Saturday, March 12, 2011

Prostitusi Dunia Maya


Tak hanya dijalan, hotel ataupun diskotik, bisnis prostitusi sekarang merambah kedunia teknologi untuk memanfaatkan informasi. Kecepatan mengakses informasi tanpa kenal jarak, tuntutan gaya hidup, dan biaya yang relatif kian murah menyebabkan internet menjadi primadona. Sayangnya, tak semua konten internet berdampak baik bagi penggunanya. Jika tak bijak menggunakannya, bukan tak mungkin, penggunanya bakal terjebak dalam perangkat jahat dunia maya.


Survei Gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera pada tahun lalu cukup mengejutkan. Indonesia ternyata berada pada urutan keempat di dunia. Tapi bukan soal melek teknologi, melainkan dalam masalah buka-membuka situs porno. Pengguna internet di Indonesia sangat senang berkunjung ke situs tersebut.

Apalagi seiring perkembangan teknologi, akses menyirap informasi dari dunia maya, tak melulu melalui perangkat komputer. Cukup menekan tombol-tombol di telepon genggam, si pengguna bisa membuka situs apapun yang dikehendaki. Celakanya, situs porno kerap menjadi tujuan.
Hal ini memang sempat memicu pemerintah memperingati vendor telepon genggam. Soalnya para vendor belum menyaring konten porno sehingga pengguna telepon genggam leluasa mengakses situs porno.
Pemerintah pun mengambil inisiatif memblokir situs porno. Itu bisa terealisasi. Namun tidak terjadi pada telepon genggam. Artinya, pemilik telepon genggam yang membuat situs porno tetap banyak.

Tak hanya itu. Pengguna juga memanfaatkan internet untuk menjajakan seks komersial di dunia maya. Setidaknya itulah yang ditemukan Tim Sigi SCTV.
Berbekal riset soal penyalahgunaan internet, sebuah forum berbau esek-esek di dunia maya kami selidiki. Mereka yang menjual diri maupun yang terlibat dalam praktik ini kami cari.
Namun, bukan berarti mudah dilakukan. Para pelaku sangat berhati-hati. Bahkan, mereka sangat selektif dalam memilih konsumen. Berulang ulang interaksi dilakukan. Tapi gagal lagi, gagal lagi. Tak ada balasan sama sekali.
Kami pun berusaha mencari celah lain, yakni menggunakan jasa rekan yang berpengalaman menembus forum esek-esek. Dari sana diperoleh informasi berharga, jika ingin mencari PSK di internet, sebaiknya melalui mucikari yang bisa diperoleh dengan menghubungi pemilik lapak di situs tersebut.

Mucikari didapat, obrolan pun mengalir. Tak hanya mengobrol di telepon, kami pun menemui Bunga--sebut saja begitu, sang mucikari yang menawarkan gadis belia di sebuah forum dunia maya. Yang mengejutkan, Bunga ternyata juga berusia belia. Jauh dari bayangan semula.
Menurut Bunga, praktik yang dijalaninya bukan semata-mata kemauannya. Sejumlah teman seusianya bahkan yang menawarkan diri. Maksudnya, mereka sendiri yang datang dan minta dipromosikan secara luas melalui situs maupun jejaring sosial.
Untuk memperlancar kegiatannya, Bunga pun memudahkan para konsumen. Dia tak ingin mengecewakan pelanggan yang seolah membeli kucing dalam karung. Untuk itu, dia bakal memasang foto asli sejumlah wanita muda. Terkadang banyak di antara mereka yang masih di bawah umur.
Area publik yang mudah diakses oleh siapa saja tak membuat Bunga gentar. Sebab, banyak cara untuk mengelabui identitas sebenarnya. Layaknya hukum permintaan dan penawaran, keberanian berbisnis perempuan belia di internet tak lepas dari adanya pihak yang memburunya.

Forum atau komunitas esek-esek memang surga bagi para pria hidung belang. Bagi mereka, berburu perempuan muda di internet untuk diajak kencan memiliki sensasi yang berbeda. Jemi--bukan nama sebenarnya, setidaknya mengakui hal tersebut.
Bukan hanya dari kota besar, informan kami juga menyebutkan bahwa banyak gadis di bawah umur di daerah yang menjajakan diri melalui dunia maya. Untuk membuktikan hal tersebut, kami mendatangi sebuah kota di Jawa Tengah.
Ternyata informasi itu benar adanya. Kami mendapatkan siswi kelas dua SMA yang menjajakkan diri di internet. Kepada kami, Kirani--bukan nama sebenarnya, terang-terangan mengaku jadi bagian dari komunitas jual beli kenikmatan di internet. Modus yang dilakukan sederhana. Mengajak calon pelanggan berbicara atau chatting di dunia maya.
Kami pun berpura-pura ingin menggunakan jasa Kirani untuk menggali cerita lebih banyak. Kelebihan dalam menjaga kerahasiaan dan identitas penggunanya jadi alasan baginya nyaman berbisnis kenikmatan melalui internet.
Kirani sangat memanfaatkan dan benar-benar memaksimalkan keberadaan situs jejaring sosial untuk mencari pelanggan. Berbekal telepon genggam dan laptop, dia mengembangkan bisnis tersebut, di sela-sela kewajibannya sebagai pelajar.
Dengan teknologi itu, Kirani mudah mendapat pelanggan. Transaksi demi transaksi pun dia lakukan. Namun, bukan berarti dia dengan mudah mengumbar nama atau foto asli di jejaring sosial. Untuk itu, Kirani cukup berhati-hati.
Sedangkan bagi Jemi, berkencan dengan gadis belia yang fotonya tak sesuai dengan wajah asli, bukanlah masalah besar. Dia bisa mengerti dan menurutnya itu adalah hal biasa. Hal tersebut sama sekali tak menyurutkan Jemi berburu para gadis belia.

Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Hermawan mengatakan, maraknya situs porno di internet, termasuk praktik penjualan gadis di bawah umur, membuat polisi gerah. Sejumlah tindakan antisipatif sebenarnya sudah dilakukan. Razia demi razia juga telah dilancarkan untuk menghentikan konsumsi dan peredaran pornografi di internet.
Namun itu belum cukup menghentikan penyalahgunaan penggunaan internet. Bahkan, polisi mencatat, angka pelanggaran dan penyalahgunaan internet semacam ini terus menunjukkan peningkatan.
Pengamat informatika Donny BU menilai, tak mengherankan jika internet semakin menjadi pilihan untuk bertransaksi, termasuk dalam hal komoditi seks. Sebab, hukum ekonomi juga berlaku di sana. Walau sulit, tapi bukan tak mungkin praktik jual beli semacam itu dicegah.
Keprihatinan atas perilaku berinternet negatif mendorong Menkominfo Tifatul Sembiring menggalakkan internet sehat. Langkah itu diharapkan bisa mencegah penyalahgunaan internet sejak dini. Seperti halnya pemerintah, kami juga berharap tak ada lagi penyalahgunaan internet, khususnya dalam hal buka-membuka situs porno. Sebab, lebih banyak mudarat dari manfaatnya.
Selengkapnya...

Ketahuan Jadi Juru Tulis Judi Togel,Ditangkap Polisi


Apa sih yang tidak buat mencari uang? Inilah yang dilakoni oleh masyarakat sekarang ini untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara mengamankan M Syah Mendrofa (41) dan Ramadhan Pohan (27) penulis toto gelap jenis Hongkong yang beroperasi di daerah tersebut. "Kita menangkap kedua penulis toto gelap (togel) itu, di tempat terpisah, yakni Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Besitang," kata Kapolres Langkat AKBP Mardiyono melalui Kepala Sub Bahagian Hubungan Masyarakat (Humas) AKP J Aruan ketika dihubungi di Stabat, Selasa.


Menurut dia, Mendrofa penduduk Jalan Khairil Anwar Tanjungpura diringkus aparat kepolisian, Senin (7/3) dan mengamankan barang bukti berupa uang kontan senilai Rp 253.000, satu unit telepon genggam merek Nokia, serta satu blok berisi angka tebakan.
Sedangkan, Ramadhan Pohan (27) penduduk Kodam Atas Desa Pantai Buaya Kecamatan Besitang, ditangkap pada hari yang sama (Senin 7/3). Saat diamankan petugas kepolisian, Ramadhan Pohan sedang menunggu para pemasang togel. "Ramadhan adalah sebagai juru tulis togel," kata Aruan.
Petugas juga mengamankan uang kontan sebesar Rp 64.000, satu unit telepon genggam, kupon berisi nomor pasangan, dua blok kupon pasangan, buku tafsir mimpi, dan buku rekapan. "Kedua tersangka itu, saat ini masih mendekam di Mapolres Langkat di Stabat untuk mempertangung jawabkan perbuatan tersebut," katanya.
Selengkapnya...

Tuesday, February 22, 2011

Lacak Siswa Bolos, Sekolah Gunakan GPS


Sebuah sekolah menengah di California Amerika Serikat menggunakan perangkat navigasi berbasis satelit, Global Positioning Satellite (GPS) untuk melacak keberadaan siswanya yang raib dari kelas.

Seperti dikutip dari media Orange County Register, Anaheim Union High School District awalnya cukup kerepotan dengan siswa-siswanya yang punya kebiasaan bolos dari sekolah. Akhirnya mereka menerapkan sebuah program pilot yang memanfaatkan GPS untuk mengurangi angka bolos sekolah yang cukup tinggi.


Sekolah Anaheim High School District adalah sekolah menengah itu merupakan sekolah pertama di California yang mengikuti program yang akan berlangsung selama enam bulan itu.
"Ide dari program ini adalah agar murid tidak merasa bahwa ini merupakan sebuah hukuman, melainkan merupakan intervensi untuk menolong mereka untuk memiliki kebiasaan yang lebih baik untuk masuk sekolah," kata Miller Sylvan, Regional Director for AIM Truancy Solutions.
Siswa dan orang tua murid harus terlebih dahulu menandatangani surat perjanjian untuk mengikuti program secara sukarela. Setiap murid Kelas 7 dan 8 (setingkat SMP kelas 1 dan 2) yang absen tanpa alasan selama 4 hari atau lebih, bisa mengikuti program ini.

Setiap pagi di hari sekolah, siswa akan mendapat telepon yang mengingatkan agar mereka berangkat ke sekolah. Lalu, lima kali sehari, mereka harus memasukkan koordinat dari GPS agar keberadaan mereka bisa dilacak. Yakni saat berangkat sekolah, saat tiba di sekolah, saat makan siang, saat meninggalkan sekolah, dan pada pukul 8 malam.
Siswa juga ditugaskan untuk hadir pada sesi adult coach tiga kali sepekan, untuk mengetahui perkembangan dan cara yang efektif agar mereka bisa masuk sekolah tepat waktu.
Oleh karenanya, siswa-siswa yang mengikuti program, akan diberikan perangkat GPS seharga US$300-400 (sekitar Rp 2,6 juta - Rp 3,5 juta). Sebelum ini, sekolah-sekolah di San Antonio dan Baltimore juga telah menerapkan program ini.
Hasilnya, kehadiran murid di sekolah-sekolah itu meningkat dari 77 persen menjadi 95 persen, selama program tersebut. Namun, program tersebut tak sepenuhnya direspon positif oleh semua kalangan.
Menyuruh anak-anak membawa sesuatu yang bisa melacak lokasi mereka, kelihatannya cukup ekstrim. Ini membuat kami seperti seorang kriminil," kata Raphael Garcia, siswa kelas 6 yang telah enam kali absen tanpa keterangan yang bisa ditolerir.
Senada dengan Garcia, Juan Cruz, siswa Dale Junior High School. Saat ditanya, apakah ia akan menggunakan GPS untuk memberitahukan lokasinya, Raphael mengatakan, "Tidak."
Setidaknya, Cruz yang telah lima kali absen yang tak ditolerir, mengatakan ia akan menjaga GPS itu di kantungnya, agar tidak hilang. Sebab, bila GPS itu hilang, orang tuanya akan diminta untuk mengganti GPS yang hilang. "Saya pikir ini ide yang baik untuk menolong dia," kata Cristina Cruz, ibu Raphael.

Wah, Indonesia kapan yah..??
Selengkapnya...

Intelijen Korsel Sangkal Curi Dokumen Indonesia


Seoul: Badan intelijen Korea Selatan (NIS) menyangkal laporan media setempat yang menyebut agennya membobol kamar hotel delegasi kepresidenan Indonesia guna mencuri informasi sensitif mengenai rencana pembelian senjata, beberapa waktu lalu. "Kami tidak pernah melakukan hal (pencurian) tersebut. Laporan tersebut tidak benar," kata pejabat NIS yang ingin dirahasiakan indentitasnya, Senin (21/2).

Seperti dilansir Surat Kabar Chosun Ilbo, trio penyusup memasuki kamar Hotel Lotte di tengah Seoul, tempat sekitar 50 orang delegasi Indonesia menginap, Rabu pekan lalu. Delegasi Indonesia saat itu berada di Korsel untuk menggelar pertemuan dengan Presiden Lee Myung-bak untuk membahas perluasan kerja sama ekonomi dan militer antara kedua negara. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga ikut serta dalam rombongan.


Kawanan yang disinyalir anggota NIS ini melarikan diri setelah seorang anggota delegasi melihat mereka sedang menggandakan data dari komputer jinjing (laptop) milik delegasi Indonesia ke flashdisk (media penyimpan data komputer). Ketiga penyusup--dua lelaki dan seorang perempuan berwajah Asia--diyakini memasuki kamar hotel secara ilegal dalam upaya mencuri informasi rahasia mengenai rencana perdagangan senjata dengan Korsel.

Masih belum ada konfirmasi apakah pemerintah Indonesia mengirimkan pengaduan diplomatik atas penyusupan tersebut. Di lain pihak, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan tidak ada data militer Indonesia yang hilang dalam insiden ini [baca: Menko Polhukam: Tak Ada Data Militer Hilang].
Selengkapnya...

Kata Pakar: Bumi, pada 2050, Makin Sulit Dikenali


Populasi yang terus bertumbuh terus bersaing berebut sumber-sumber daya yang makin langka saja. Melihat kecenderungan itu, peneliti di sebuah konferensi sains di AS, pekan lalu, meramalkan pada 2050 nanti, dunia sudah 'tak bisa dikenali'.

PBB sudah memprediksi populasi dunia tahun ini akan mencapai angka 7 milyar penduduk, dan menuju 2050, angka itu meningkat ke 9 milyar. "Hampir semua pertumbuhan penduduk terjadi di negara-negara miskin, sebagian di Afrika dan di Asia Selatan," kata John Bongaarts, wakil lembaga nirlaba Population Council.


Untuk memberi makan milyaran mulut itu, tentunya bumi harus diperah lebih keras. "Dalam 40 tahun mendatang, kita harus memproduksi jumlah makanan yang sama dengan yang kita konsumsi selama 8000 tahun ke belakang," kata Jason Clay dari World Wildlife Fund (WWF) di konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) itu.
Bila tren sekarang ini berlanjut, "Pada 2050 nanti, sisa planet ini tak lagi kita bisa kenali," kata Clay.
Pembengkakan populasi menimbulkan berbagai masalah, seperti penipisan sumber daya. Di sisi lain, pendapatan diperkirakan meningkat selama 40 tahun ke depan. Secara global, pendapatan akan meningkat tiga kali lipat. Di negara-negara berkembang bahkan berlipat lima.
Seiring naiknya pemasukan, orang cenderung akan naik pula di susunan rantai makanan. Mereka, kata para ahli, mengonsumsi lebih banyak daging dibanding masa-masa ketika mereka berpenghasilan lebih sedikit. "Makin banyak orang, makin banyak uang, makin banyak konsumsi, tapi planetnya masih sama," kata Jason Clay.
Clay meminta para ilmuwan dan pemerintah mulai membuat perubahan dalam bagaimana makanan diproduksi. Para ahli populasi juga meminta lebih banyak pendanaan untuk program keluarga berencana, agar pertumbuhan manusia, utamanya di negara-negara berkembang, bisa lebih dikendalikan.
Selengkapnya...

Mungkinkah Kita Berketurunan di Luar Angkasa?


Konsep bercinta di luar angkasa tengah marak dibicarakan. Apalagi, jika suatu saat nanti manusia harus meninggalkan Bumi karena sudah tidak layak untuk dihuni, kita tetap perlu menghasilkan keturunan. Bahkan saat kita sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal yang baru itu.
Akan tetapi, sejauh mana peluang untuk mendapatkan keturunan saat manusia telah meninggalkan planet bumi ini?
Dari penelitian yang dilakukan sejumlah ahli, tampaknya hal tersebut sulit terjadi. Pasalnya, ruang angkasa sendiri sebenarnya merupakan sebuah sistem kontrasepsi yang sangat besar.


Hasil penelitian khusus seputar seks di ruang angkasa menyimpulkan bahwa radiasi kosmik akan membombardir tubuh manusia dengan kuantitas yang besar selama perjalanan di luar angkasa. Selain itu, tinggal di Mars, misalnya, dalam waktu yang lama akan menurunkan jumlah sel sperma.
Janin yang sudah terbentuk tidak akan berkembang secara sempurna di lingkungan ruang angkasa. Meski saat ini ruang di pesawat angkut telah dilengkapi dengan pelindung radiasi yang lebih baik, tetap saja itu tidak cukup untuk melindungi zigot untuk berkembang.
Jika bayi berhasil keluar dari kandungan, peluang bayi itu mengalami cacat yang diakibatkan oleh radiasi sangat besar.
Dan masalah tidak hanya sampai di situ. Dari penelitian terhadap hewan yang dikirim ke luar angkasa, imbas radiasi bisa membunuh sel telur pada janin. Bayi akan terlahir dalam kondisi mandul. Artinya, itu akan mempersulit umat manusia berkembang di planet baru itu nantinya.
Menurut Richard Jennings, pakar medis ruang angkasa asalh University of Texas, astronot memang terbukti tetap mampu membuahi pasangannya setelah ia kembali ke Bumi. Akan tetapi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap astronot yang menunaikan misi di luar angkasa dalam periode waktu lebih lama.
Dari sisi teknis, masih ada tantangan bagi manusia yang ingin menunaikan tugasnya di luar angkasa. Kostum ruang angkasa saat ini cukup berat dan tidak menyediakan banyak kemudahan untuk bercinta. Sayangnya, manusia tetap perlu menggunakan pakaian khusus.

Alasannya, dalam kondisi tanpa gravitasi, keringan atau cairan lain yang keluar dari tubuh berpotensi dapat merusak perangkat elektronik pesawat. Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa manusia lebih berkeringat saat di luar angkasa.
Beberapa pakar melontarkan ide untuk membuat ‘ruang intim’ yang dipenuhi dengan titik-titik air dingin atau minyak beraroma pada pesawat luar angkasa agar turis yang melancong ke luar Bumi dapat meningkatkan hasrat bercinta mereka.
Namun demikian, tetap saja ada hambatan lain yang telah disiapkan ruang angkasa. Mekanisme tubuh manusia tidak memungkinkan itu terjadi. Sebagai informasi, gravitasi mikro atau tanpa gravitasi menurunkan tekanan darah manusia. Akibatnya, penis pria tidak akan dapat ereksi secara penuh.
Jika manusia ingin mendiami planet lain, antariksawan harus melakukan perubahan besar-besaran pada pesawat ruang angkasa agar penjelajah di masa depan bisa bertahan lebih lama di luar angkasa dan mampu menunaikan tugas alaminya.
Selengkapnya...

Monday, February 21, 2011

Google Luncurkan 29 Robot ke Bulan


Kompetisi robot penjelajah Bulan, Google Lunar X-Prize segera dimulai. Sebanyak 29 robot dari 17 negara telah terpilih sebagai finalis dan akan segera dikirim ke permukaan Bulan untuk memperebutkan hadiah 30 juta dollar AS dari Google.

"Perlombaan ke Bulan dimulai secara resmi," kata Peter Diamandis, Kepala Eksekutif X-Prize Foundation, seperti dilansir situs web BBC. Lomba tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan robot penjelajah dengan biaya murah.


Proses seleksi telah dimulai sejak lomba diumumkan tahun 2007 dan ditargetkan dapat menghasilkan pemenang tahun 2015. Robot pertama yang berhasil mendarat ke Bulan dan mengirim video ke Bumi selama bergerak 500 meter di permukaan Bulan akan keluar menjadi pemenang.

Peserta lomba ini berasal dari bermacam latar belakang, mulai dari perorangan, organisasi nonprofit, universitas, hingga kalangan industri. Beberapa tim telah menggandeng penyedia roket peluncuran ke Bulan untuk mengirimkan robotnya. Tentu kerja sama tersebut tidak dilakukan dengan inisiatif sendiri, melainkan atas dukungan penyelenggara.

Misalnya Astrobotic Technology dari Carnegie Mellon University yang telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk menggunakan roket Falcon X. Tim gabungan Rusia dan India serta tim China juga akan mengirimkan sebuah roket bersama pada tahun 2013.

"Penemuan paling sukses dan revolusioner sering muncul dari tim yang kecil, tetapi berjiwa entrepreneur," ujar Tiffany Montague, pejabat Google Space Initiative. Nah, tim mana yang akan keluar sebagai pemenang? Ikuti saja perkembangannya.
Selengkapnya...