Sunday, December 19, 2010

US Army Dibekali Ponsel Pintar


Di era modern tentara Amerika Serikat tak hanya dibekali senjata mutakhir atau mobil Humvee yang bisa melaju kencang. Mereka kini juga dilengkapi sebuah ponsel pintar, iPhone. Program pemberian iPhone ini dimaksudkan agar para tentara selalu terhubung dengan informasi terbaru. Rencananya program penggunaan iPhone di medan tempur ini dimulai pada 2011.


Menurut salah satu pejabat di Angkatan Darat Amerika Serikat, tujuan penggunaan iPhone agar pasukan dapat mengakses informasi terbaru yang diberikan pihak intel selama perang berlangsung.

Untuk saat ini tentara AS hanya dibekali iPhone dari Apple atau ponsel berbasis Google Android. Tapi tak menutup kemungkinan di masa mendatang mereka juga akan dilengkapi dengan tablet atau e-readers.
Selengkapnya...

Anak Kecil Antre iPhone 4 sejak Subuh


JAKARTA, KOMPAS.com — Meski antrean tidak mengular seperti saat iPhone 4 diluncurkan pertama kalinya di Negeri Paman Sam, animo orang Indonesia dinilai cukup tinggi menyambut kehadiran gadget terbaru Apple tersebut. Pada penjualan perdananya, Jumat (17/12/2010), bahkan kabarnya ada yang rela menunggu sejak subuh.

"Ini menunjukkan animo masyarakat terhadap gadget-gadget baru masih tinggi. Bahkan tadi ada pelanggan yang mengantre sejak jam 5 pagi. Ketika ditanyakan kenapa, karena ingin jadi orang pertama yang membeli iPhone 4," kata Lindayanti Harjono, VP Product Marketing Telkomsel, di Senayan City.


Antrean iPhone 4 pun sudah terjadi sejak pagi baik calon pembeli yang sudah melakukan pemesanan awal (pre-order) maupun pembeli yang langsung datang ke stan penjualan. Jumlah pembeli iPhone 4 mencapai lebih dari 500 orang sampai pukul 13.00 tadi.

"Sampai jam satu siang tadi kami terima kabar sudah terjual 500. Pre-order ada 349 unit. Hari pertama kita harapkan minimal 800 unit terjual," kata Gideon Edhie Purnomo, VP Channel Management Telkomsel.

Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan 8.000 unit iPhone 4 sampai akhir tahun. Telkomsel menjual iPhone 4 dalam beberapa pilihan harga, mulai dari Rp 1.375.000 hingga Rp 8.199.000, tergantung paket yang ditawarkan. Mulai hari ini, produk tersebut sudah dapat diperoleh di 15 Grapari di sejumlah kota besar.

iPhone 4 juga tersedia di outlet resmi Apple Premium Reseller, seperti iBox, eStore, EMAX, PCMax, Infinite, Okeshop, Sarindo, Telesindo Shop, Global Teleshop, dan Seluler Shop. Selian itu, iPhone 4 juga bisa didapat selama pameran di Senayan City dan Tunjungan Plaza Surabaya, 17-19 Desember, serta Mal Kelapa Gading, 20-26 Desember.
Selengkapnya...

Apakah Ponsel 4G Bahayakan Keselamatan Kereta Api?


LONDON--Ponsel generasi mutakhir berkecepatan tinggi yang akan diluncurkan paling tidak tahun 2014, dapat membahayakan keselamatan kereta api.

Lord Berkeley, pimpinan Rail Freight Group, mengingatkan, spektrum 900 MHz yang direncanakan untuk ponsel itu "sangat dekat dengan sistem radio digital yang digunakan pada dunia perkeretaapian, khususnya di Inggris".

Kubu Partai Buruh pernah diingatkan akan hal ini - namun kemudian UU Wireless Telegraphy 2006 disahkan tanpa pemungutan suara.


Berkeley menyatakan, skenario terburuk, katanya, adalah dengan menerapkan teknologi yang bisa menghilangkan gangguan pada sistem itu. Namun, dana yang dibutuhkan tak sedikit, sekitar 100 juta pounsterling.

"Bukan jaringan kereta api yang harus menanggung biaya itu, tapi Departemen Transportasi, dan pihak-pihak yang gigih mempromosikan broadband generasi empat (4G).
Selengkapnya...

Sunday, December 5, 2010

Pendiri Wikileaks Target Paling Dicari USA


Pendiri Wikileaks, Julian Assange, menjadi orang paling dicari oleh para penegak hukum di belahan dunia Barat pekan ini setelah ia merilis 250.000 kawat diplomatik rahasia dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di sejumlah negara. Meski demikian, Assange optimistis, apa yang telah ia mulai tak akan bisa dihentikan.

”Sejarah akan menang,” ujar Assange (39) dalam wawancara dari lokasi yang tak diketahui dengan harian The Guardian di Inggris, Jumat (3/12/2010). ”Dunia akan terangkat ke tempat yang lebih baik. Akankah kita selamat? Itu tergantung Anda,” ujar warga Australia yang lama tinggal di Swedia dan kini diduga bersembunyi di suatu tempat di Inggris selatan ini.


Perusahaan layanan transaksi keuangan di internet, PayPal, yang berbasis di AS, menyatakan akan menutup saluran donasi secara online kepada Wikileaks dengan menyalahi kebijakan lembaga layanan pembayaran online itu. Situs Amazon.com juga menendang Wikileaks atas tekanan Kongres AS.

Pihak penuntut umum Swedia telah melengkapi surat perintah penahanan Assange seperti yang diminta pihak kepolisian Inggris, Scotland Yard. Assange menjadi buronan aparat Swedia atas tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap dua mantan pekerja di Wikileaks.

Surat perintah penangkapan itu berlaku untuk seluruh Eropa. Belakangan, Australia menyatakan akan menangkap Assange atas permintaan Swedia melalui jaringan Interpol. Menteri Industri Perancis Eric Besson mengimbau agar Wikileaks dilarang menggunakan server di Perancis, dengan alasan informasi di situs itu membahayakan.

Para pendukung Assange yakin, sikap negara-negara Barat ini muncul atas desakan AS. Di AS, para politisi marah besar. Senator John Ensign (Republik) dari Nevada mengusulkan amandemen Undang-Undang Spionase AS yang memungkinkan jaksa memiliki keleluasaan untuk menuntut Assange dan organisasinya secara pidana.

Jaksa Agung Eric Holder mengatakan, kebocoran kawat diplomatik ini membahayakan keamanan nasional, usaha diplomatik, dan hubungan AS dengan seluruh dunia.

Menyiapkan ”Cablegate”

Assange dan pendukungnya pun tidak tinggal diam. Beberapa langkah sudah disiapkan para pengacara Assange untuk melindungi pendiri Wikileaks itu dari ancaman pembunuhan dan ekstradisi jika ia ditangkap polisi.

”Ancaman terhadap nyawa kami sudah menjadi hal yang diketahui publik. Kami telah mengambil langkah-langkah pencegahan sejauh yang kami bisa dalam menghadapi sebuah kekuatan adidaya,” tulis Assange dalam obrolan dengan The Guardian.

Salah satu langkah yang menurut Assange telah dilakukan adalah mengirimkan ”Cablegate”, yakni bundel semua dokumen rahasia yang belum dipublikasikan dalam format terenkripsi kepada puluhan ribu orang di seluruh dunia.

Apabila terjadi sesuatu terhadap dia, kata sandi (password) untuk membuka enkripsi dokumen rahasia itu akan otomatis disebar sehingga penerima Cablegate akan bisa membuka bundel dokumen itu dan menyerahkan kepada media massa.

Andaikan situs Wikileaks bisa diblokir, organisasi Wikileaks yang tak terikat negara tertentu ini tetap bisa beroperasi secara langsung dengan membagi-bagikan dokumen-dokumen rahasia ke seluruh dunia.

Para pengamat memprediksi, apa yang sudah dimulai Assange dengan Wikileaks tak mungkin dihentikan lagi. ”Apa pun yang akan terjadi pada nama domain (situs Wikileaks di internet), gagasan yang telah disebar Wikileaks akan terus bertahan,” tutur Joshua Benton dari Nieman Journalism Lab.

Bahkan, beberapa mantan kolega Assange, termasuk mantan juru bicara Wikileaks, Daniel Schmitt dari Jerman, sudah menyatakan akan membuka situs pembocor rahasia lain sebagai tandingan Wikileaks. Langkah Schmitt ini diduga akan segera diikuti banyak pihak lain.

Benton menambahkan, pemerintahan negara-negara yang merasa dirugikan dengan pembocoran rahasia ini harus mencari cara lain untuk menyikapi masalah ini di luar cara-cara tradisional, seperti mengutuk dan mengancam secara hukum para pembocor rahasia itu.

Benton membandingkan fenomena Wikileaks ini dengan fenomena music sharing, yakni pembagian file musik secara gratis melalui internet, yang awalnya ditentang industri musik. Akhirnya, industri musik harus mengalah pada keniscayaan sejarah ini dan harus mencari cara lain untuk mendapatkan uang dari proses pengunduhan file musik.

”Pemerintahan negara-negara tak bisa lagi berpikir, ’Ini musuh yang harus kita kalahkan’. Mereka harus mencari cara lain untuk menghadapi ini,” ungkap Benton. (AP/AFP/Reuters/DHF)
Selengkapnya...

Wikileaks Bocorkan Data Rahasia Amerika


Dunia kembali dihebohkan dengan bocoran sekitar 250.000 dokumen rahasia lewat situs Wikileaks pada hari Minggu (28/11/2010). Dokumen itu berisi kawat-kawat diplomatik rahasia antara 274 kedutaan serta konsulat AS di mancanegara di satu pihak dan Kementerian Luar Negeri serta Departemen Pertahanan AS di Washington di pihak lain.

Sebelumnya pada bulan Juli lalu, situs Wikileaks membocorkan sekitar 90.000 dokumen rahasia tentang perang di Afganistan dan pada bulan Oktober lalu dibocorkan pula ribuan dokumen rahasia tentang perang Irak.

Situs Wikileaks seperti mendapat amunisi baru. Pengelola situs tetap bertekad merilis ribuan dokumen rahasia AS itu. Pengelola mendapat dukungan dari lima media besar dunia, yaitu The New York Times, The Guardian, Le Monde, Der Spiegel, dan El Pais. Media-media tersebut mengerahkan 120 wartawan untuk menganalisis dokumen rahasia tersebut.


Menlu Italia Franco Frattini menyebut bocoran baru dokumen rahasia oleh situs Wikileaks itu sebagai serangan 11 September di bidang diplomasi. Ada pula yang menyebut sebagai tsunami dalam dunia diplomasi dan jurnalisme.

Majalah Jerman Der Spiegel menyebut, jejaring secret internet protocol router network (SIPRN) pada sistem komunikasi rahasia menjadi biang bocornya ratusan ribu dokumen rahasia itu. Jejaring ini digunakan Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Pertahanan AS.

Intelijen buruk

Sesungguhnya kasus bocoran dokumen rahasia AS itu tak terlepas dari buruknya sistem kinerja institusi intelijen AS yang dibangun pasca-11 September 2001.

Sejumlah dinas intelijen AS gagal mencegah peristiwa serangan teroris 11 September 2001. Setelah itu muncul problem dalam tukar-menukar informasi. Koordinasi antara pelbagai dinas intelijen AS juga semakin kacau. Semua ini membuat AS terus berusaha memperbaiki sistem kinerja intelijennya.

Perbaikan itu dilakukan dengan cara meningkatkan perlindungan terhadap sistem keamanan jaringan elektroniknya. Upaya ini dilakukan melalui uji coba secara rutin. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan jaringan mereka mampu menghadapi segala bentuk bahaya, termasuk penyusupan dan kebocoran.

AS membentuk sistem jejaring internet Intellipedia pada 6 April 2006. Tujuannya adalah untuk melakukan perubahan mendasar dalam budaya kinerja berbagai dinas intelijen. Seiring dengan itu, juga diterapkan sistem kinerja komprehensif. Dengan cara ini berbagai dinas intelijen dan para pegawai bisa melakukan tukar-menukar informasi dengan mudah dan cepat.

Penerapan sistem jejaring internet intellipedia itu membuat terjadinya pergeseran signifikan dalam pola kinerja berbagai dinas intelijen AS. Pola kinerja itu berubah dari sebelumnya, di mana dinas intelijen hanya bertugas mengantisipasi bahaya dan cara menghadapinya. Kini pola kerja itu memasukkan unsur preventif. Dengan pola baru ini titik lemah dalam sistem informasi yang diterapkan AS itu tak akan terlacak.

Maka, AS mendirikan situs rahasia yang menyerupai sistem jejaring My Space dan Facebook untuk sarana tukar-menukar informasi antara berbagai dinas intelijennya itu.

Pada 22 September 2008, AS meluncurkan situs intelijen yang diberi nama ”A-Space”. Situs ini dilengkapi dengan sistem pengamanan dari kemungkinan aksi penyusupan. Situs baru tersebut kini digunakan semua dinas intelijen AS saat mengirim laporan.

AS juga memiliki program Wikiscanner untuk sistem pemeriksaan sumber laporan yang dilakukan oleh pakar Wikipedia dari dinas intelijen AS. Para pakar Wikipedia tersebut menyeleksi secara ketat laporan dari mancanegara yang bisa diedit. Para pakar juga memilih jenis laporan yang harus dibuang. Program Wikiscanner telah menghapus sekitar 5,3 juta laporan yang masuk ke berbagai dinas intelijen AS.

AS juga melakukan aksi rahasia dengan memasang situs dan alamat e-mail siluman. Hal ini bertujuan untuk mengecohkan jaringan teroris dan memecah-belah barisannya.

Pada Juni 2009, AS membentuk sistem komando militer untuk melindungi jaringan elektronik intelijen AS dari upaya penyusupan oleh negara atau lembaga non-negara, seperti kelompok teroris dan juga hacker perseorangan.

Kelemahan fatal

Seiring dengan itu, sistem baru itu memiliki kelemahan fatal. Institusi intelijen menjadi gemuk secara personel, anggaran, ataupun struktur lembaga. Dengan demikian, maka akan sulit mengontrol arus informasi yang mengalir begitu cepat.

AS mempekerjakan sebanyak 854.000 personel yang mengantongi izin untuk melakukan kegiatan intelijen. Kegiatan ini juga melibatkan 1.271 lembaga pemerintah dan 1.931 perusahaan swasta dalam bidang intelijen.

Mereka bekerja pada puluhan ribu situs jejaring di AS, 51 lembaga federal, dan pusat-pusat komando militer pada 15 kota di AS.

Dinas intelijen luar dan dalam negeri sedikitnya menyampaikan 50.000 laporan intelijen setiap tahun. Laporan ini meliputi analisis terhadap dokumen, percakapan, dan kawat diplomatik.

Jumlah personel dinas intelijen pada Departemen Pertahanan AS juga bertambah dari hanya 7.500 personel pada 2002 menjadi 16.500 personel saat ini. Satuan anti-teroris yang berada di bawah FBI bertambah dari 35 satuan menjadi 106 satuan.

Institusi intelijen AS yang gemuk itu memang sengaja dirancang untuk menghadapi peningkatan ancaman terhadap kepentingan AS di luar negeri, terutama setelah terseok-seoknya operasi militer AS di Irak dan Afganistan. Hal itu mendorong AS membangun pula jaringan agen atau kaki tangan di luar negeri. Semua jaringan agen AS itu tidak berada di bawah satu komando sehingga sulit untuk mengontrolnya.

Bersamaan dengan itu pula, ancaman teroris di dalam negeri AS juga terus meningkat. Ancaman ini datang dan dilakukan oleh kaum imigran yang kini berkewarganegaraan AS. Kaum ini membentuk sel-sel tidur. Hal ini menjadi tantangan serius bagi institusi intelijen AS.

AS menggunakan jejaring internet dalam aktivitas intelijennya. Jaringan ini menjadi sarana tukar-menukar informasi antara berbagai dinas intelijennya. Jaringan ini juga menjadi jalur komunikasi antara AS dan negara-negara sahabat. Jaringan serupa juga dipakai untuk merekrut agen intelijen.

Semua ini justru membuka jalan baru dan mudah bagi para hacker untuk menyusup atau mencuri informasi.

Banyak pendukung

Dalam konteks itu, muncul situs Wikileaks yang diluncurkan secara resmi pada tahun 2007 oleh hacker asal Australia, Julian Assange (39), dengan mengambil basis di Swedia.

Situs Wikileaks didukung banyak organisasi nonpemerintah. Dukungan diberi karena mereka mengusung prinsip hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan tukar-menukar informasi. Keinginan ini didukung dengan hasrat agar identitas sumber tak terlacak dan sang sumber berita itu tidak terancam bahaya.

Situs Wikileaks bermula sebagai forum dialog di jejaring internet antara para aktivis dari mancanegara. Forum ini didasarkan pada prinsip saling menghormati dan tujuan lain adalah penegakan hak asasi manusia.

Para aktivis itu berkeyakinan bahwa jalan terbaik untuk menghentikan pelanggaran adalah dengan mengungkap pelanggaran itu sendiri ke permukaan. Mereka ingin menggiring perhatian publik ke arah pelanggaran tersebut serta mendorong para pegawai pemerintah di mancanegara membocorkan bukti-bukti tentang praktik kezaliman dan ketimpangan.

Keberhasilan situs Wikileaks memublikasikan dokumen resmi negara sangat rahasia itu membuat situs tersebut meraih popularitas secara cepat. Keberhasilan Wikileaks itu juga tak terlepas dari dukungan sekitar 800 sukarelawan dan puluhan ribu simpatisan.

Situs Wikileaks tidak memiliki muatan politis dalam melaksanakan misinya. Obsesi situs tersebut hanya semata-mata mengungkap kebenaran atau menampilkan sebuah realitas yang buruk.

Namun, dampak politik dari aksi situs Wikileaks itu akan pasti signifikan. Sikap politik hakiki terburuk dari para pemimpin di berbagai belahan bumi ini tampak sudah terang benderang alias tidak ada rahasia lagi berkat bocoran dari situs Wikileaks.

Dulu muncul jargon, dunia baru muncul pasca-11 September 2001 dan kini lahir dunia era pasca-bocornya ribuan dokumen rahasia oleh situs Wikileaks.

Para pengambil keputusan baik samar-samar maupun terang-terangan akan menyusun strategi baru soal kebijakan diplomasi di negaranya dengan bersandar pada bocoran dokumen rahasia situs Wikileaks itu.


Selengkapnya...

Facebook Staf Wapres Dibobol "Hacker"


Akun Facebook atau situs jejaring sosial yang dimiliki oleh Staf Khusus Wapres Bidang Perekonomian, Prof DR Mohammad Ikhsan, sejak beberapa hari ini di-hack atau dibobol oleh orang tak dikenal.

Celakanya, pembobolan itu disebut-sebut untuk melakukan penipuan kepada sejumlah pihak. Namun, bagaimana persisnya penipuan melalui pembobolan situs jejaring sosial Staf Wapres tersebut, hal itu belum bisa dirinci.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang baru dikukuhkan pekan lalu itu, hingga Sabtu (4/12/2010) siang ini, belum bisa dihubungi Kompas karena tengah berada di Amerika Serikat (AS).


Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa, saat dihubungi membenarkan adanya pembobolan akun Facebook milik Ikhsan tersebut. Namun, Yopie menolak memberikan penjelasan perihal pembobolan dan penipuan lewat situs jejaring sosial Ikhsan.

"Jangan saya deh yang bicara, enggak enak. Hubungi saja Pak Ikhsan-nya," ujar Yopie. Yopie juga membenarkan bahwa saat Kompas mencoba mengontak Ikhsan berkali-kali—tetapi tak bisa dihubungi—sebab Ikhsan tengah berada di AS.

Dari informasi lain yang diterima Kompas, Ikhsan disebut-sebut berada di Washington DC dan New York, AS, sejak tanggal 2 Desember hingga 7 Desember mendatang.
Selengkapnya...

Menjajal Yahoo! Messenger 11


Beberapa waktu lalu, Yahoo! Indonesia menggelar kopi darat dengan sejumlah blogger dan penggiat di dunia internet Indonesia. Semacam syukuran atas diluncurkannya Yahoo! Mail Beta.

Kopi darat itu tak ada pidato. Para hadirin cukup duduk, memesan makanan, lalu berbincang-bincang antara sesama. Salah satu topik perbincangan yang terdengar adalah soal kapasitas email di "jaman jebot". Menghapus email-email di inbox pernah menjadi kegiatan penting para pengakses internet!

Bicara soal dunia maya di Indonesia, saya kira tak berlebihan bila dikatakan Yahoo! adalah bagian penting di dalamnya. Dulu dikenal dengan mesin pencari, orang-orang lalu menggunakan juga layanan email Yahoo!.


Kemudian, di masa lalu lintas data masih melewati "pipa" yang jauh lebih sempit dari sekarang, salah satu kegiatan penting di internet adalah chatting. Mungkin Anda juga sempat merasakan demam ICQ hingga mIRC. Nah, Yahoo! juga membuka layanan untuk meramaikan obrol-obrol dunia maya lewat produk bernama Yahoo! Messenger.

Dikembangkan dari Yahoo! Pager yang pertama kali dirilis pada 1998, Yahoo! Messenger kini sudah merilis versi 11 beta. Tentu saja, berbagai fasilitas baru sudah melengkapi rilis terakhir ini.

Saya sendiri termasuk yang telat memanfaatkan layanan Yahoo! Messenger. Membuka email Yahoo! pada 1999, saya baru mencoba Yahoo! Messenger sekitar dua-tiga tahun kemudian. Saya pernah terkesima bahwa ada komunitas yang menyelenggarakan "arisan" melalui fasilitas konferensi Yahoo! Messenger. Tak ada setoran duit, tapi jendela percakapan terus dibanjiri pesan-pesan berisi obrolan ringan yang kecepatannya melebihi running text di televisi.

Waktu berlalu, dan kini internet sudah menjadi bagian hidup, utamanya di perkotaan yang tersentuh infrastruktur internet. Saking luas penggunaannya, bahkan orang bisa tak sadar sedang berinternet. Seorang kolega Yahoo! pernah bercerita, di sebuah diskusi grup-fokus, ia pernah bertemu partisipan yang mengaku tak menggunakan internet di perangkat bergerak. "Tapi ia rutin memperbarui status di Facebook-nya lewat telepon genggam," kata kolega itu.

Bicara soal Facebook, rilis terakhir Yahoo! Messenger sudah menghubungkan layanan chat keduanya. Kini, melalui Yahoo! Messenger, Anda bisa berbincang dengan rekan yang online di Facebook tanpa harus membuka halaman Facebook. Di daftar kontak Anda akan muncul grup bernama "Facebook Friends". Lihat saja siapa yang online di sana. Bagi saya, ini fitur yang sangat berguna karena tak perlu membuka dua layanan sekaligus.

Integrasi dengan Facebook masih berlanjut lebih jauh. Pengguna bisa berbagi dan memperbarui status, mengirim komentar dan memantau berbagai percakapan di Facebook, Yahoo dan Twitter, cukup dari Yahoo! Messenger 11. Di kolom Y! Updates, Anda bisa memantau dan mengomentari update dari Flickr, Twitter, dan lainnya.

Di versi 11 ini, Anda juga bisa bermain-main dengan rekan-rekan. Sejumlah permainan sosial dari Zynga, OMGPOP dan Elex bisa dimainkan dengan klik dari Yahoo! Messenger. Coba, misalnya, bermain Fishville atau Pool dari Yahoo! Messenger 11. Daftar permainan ini akan terus bertambah.

Yang juga tak boleh dilupakan adalah fasilitas suara yang lebih jernih. Anda juga bisa berbincang dilengkapi video dengan gambar berkualitas tinggi di mode layar-penuh.

Ada juga fitur pesan pendek ke telepon genggam teman Anda dari Yahoo! Messenger. Jawaban dari mereka akan masuk di Yahoo! Messenger Anda. Di Indonesia, operator yang mendukung layanan ini adalah XL, Indosat, 3 dan Telkomsel.

Berbagai fitur ini bisa Anda nikmati dengan mengunduh versi terbaru Yahoo! Messenger di http://id.messenger.yahoo.com/beta/win. Cobalah dan temukan fitur yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Selengkapnya...